Kesiapan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program pendidikan luar sekolah

Kesiapan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program pendidikan luar sekolah


Oleh

Yolanda Agustina

19005043

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Faskultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


Sebagai tenaga pendidik dalam pendidikan luar sekolah tentunya harus siap dan mampu memanfaatkan TIK sebagai salah satu media pembelajaran masyarakat. Misalnya Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT Produk daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web. peserta didik hanya mendaftar melalui internet dan tak perlu datang secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga melalui internet dan seluruh modul-modul dapat didownload. 
Untuk menguji tingkat kompetensi peserta didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara langsung dapat diketahui skor setelah usai mengerjakan. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu. Setiap satu topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung mengetahui jawabannya.
Sejauh ini para lulusan PLS masih belum siap dan mampu dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK disebabkan karena masih minimnya kecakapan mereka dalam mengelola TIK sehingga dalam merealisasikan program mereka masih dikategorikan belum canggih artinya belum berbasis TIK. Akan tetapi untuk mengurangi masalah yang demikian lembaga pendidikan tinggi saat ini telah menerapkan pembelajaran pembelajaran berbasis TIK termasuk untuk program Pendidikan Luar Sekolah, sehingga nantinya para lulusan telah dapat merencanakan, dan melaksanakan program pendidikan berbasis TIK seperti yang dikemukakan pada contoh diatas. Pada dasarnya dalam penerapan setiap program Pendidikan Luar Sekolah dapat pada era teknologi saat  ini haruslah berorientasi pada perkembangan teknologi karena hal ini adalah kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
Sebagai pendidik di PLS kita harus mahir dalam menggunakan TIK dan merancang setiap program dengan berlandaskan kepada fungsi TIK dalam pembelajaran. Dalam pengelolaan program yang telah direncanakan kita harus mempertimbangkan keefektifan program kita dan respon dari pengguna nantinya. 

Adapun aspek-aspek pengelolaan program yaitu:

1.    PERANCANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN TIK UNTUK PROGRAM PLS
Perencanaan SDM adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan (persyaratan) untuk mengatur arus gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam, dan ke luar organisasi, Arthur W Sherman dan Goerge W Bohlander, dalam Hadari Nawawi, 1997:137. Sementara menurut G Steiner, dikatakan bahwa perencanaan SDM merupakan perencanaan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan, melalui strategi pengembangan kontribusi pekerjanya di masa depan. Dari ke dua definisi yang disebut di atas, sementara dapat disimpulkan bahwa perencanaan SDM merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya merencanakan dalam mengantisipasi masa depan.
Perencanaan SDM sebagai suatu kegiatan merupakan proses bagaimana memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa datang bagi sebuah organisasi. Dalammemenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini, maka proses perencanaan SDM berarti usaha untuk mengisi/menutup kekurangan tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas. Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masa datang, perencanaan SDM lebih menekankan adanya usaha peramalan (forecasting) mengenai ketersediaan tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan sesuai dengan rencana bisnis di masa datang.
Dengan kata lain, tujuan perencanaan SDM adalah untuk mempergunakan SDM seefektif mungkin agar memiliki sejumlah pekerja yang memenuhi persyaratan/kualifikasi dalam mengisi posisi yang kosong kapanpun dan apapun posisi tersebut. Dengan tersedianya informasi tentang kebutuhan dan kualifikasi yang diinginkan, maka dalam pelakasanaan rekrutmen, seleksi, penempatan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemberian kesejahteraan karyawan akan lebih mudah dan terkendali. Sedangkan menurut Safarudin Alwi, 2001:143, dikatakan bahwa perencanaan SDM adalah perencanaan yang disusun pada tingkat operasional yang diajukan untuk memenuhi permintaan SDM dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Perencanaan SDM pada dasarnya dibutuhkan ketika perencanaan bisnis sebagai implementasi visi dan misi perusahaan telah ditetapkan. Visi perusahaan sebagai pemandu arah sebuah bisnis kemana akan menuju dan dengan strategi apa bisnis tersebut akan dijalankan. Berawal dari strategi bisnis tersebut kemudian strategi perencanaan SDM apa yang akan dipilih. Strategi SDM yang dipilih dan ditetapkan asangat menentukan kebutuhan SDM seperti apa yang akan diinginkan, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Sementara perencanaan SDM menurut Graham dan Benet dalam Safarudin Alwi, 2001:148, dikatakan bahwa perencanaan SDM sebagai upaya memproyeksikan berapa banyak karyawan dan macam apa yang dibutuhkan organisasi dimasa yang akan datang. Sebenarnya masih banyak lagi definisi tentang perencanaan SDM yang bisa diangkat, namun dari beberapa definisi yang disebut di atas secara umum dapat disimpulkan bahwa perencanaan SDM merupakan proses menentukan kebutuhan SDM, secara kuantitatif dan kualitatif untuk mencapai tujuan strategik organisasi melalui fungsi-fungsi MSDM dalam jangka pendek maupun jangka panjang secara efektif dan efisien.
2.      PEMANFAATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN TIK UNTUK PROGRAM PLS

Manfaat TIK Pada Pendidikan Luar Sekolah.
1.      Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2.      Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3.      Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4.      Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
5.      Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
6.      Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
7.      Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos, internet dan lain-lain.
8.      Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.
9.      Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
10.  TIK sebagai sistem pendukung keputusan dalam dunia pendidikan. Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu dan profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.
11.  Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.
12.  Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.
13.  Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
14.  Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet.
15.  Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.
16.  “Computer Aided Instruction” telah terlihat sedikit meningkatkan kinerja siswa pada pilihan ganda, pengujian standar di beberapa daerah. Computer Aided (atau Assisted) Instruksi (CAI), yang umumnya mengacu kepada siswa belajar mandiri atau tutorial pada PC, telah terbukti sedikit meningkatkan nilai tes siswa dalam membaca dan keterampilan matematika ataupun pelajaran yang lainnya, meskipun apakah peningkatan tersebut berkorelasi dengan perbaikan nyata pada pembelajaran siswa.
17.  TIK yang digunakan dalam mata pelajaran sekolah yang berbeda. Penggunaan TIK untuk simulasi dan pemodelan dalam sains dan matematika telah terbukti efektif, karena memiliki pengolah kata dan perangkat lunak komunikasi (e-mail) dalam pengembangan bahasa siswa dan kemampuan komunikasi.
18.  Akses luar sekolah mempengaruhi kepercayaan pengguna. Siswa yang menggunakan komputer di rumah juga menggunakan komputer di sekolah lebih sering dan lebih percaya diri daripada siswa yang tidak memiliki akses di rumah mereka.

Sumber
http://wegitrioputra10.blogspot.com


Komentar

  1. Terimakasih ilmunya penulis ๐Ÿค

    BalasHapus
  2. Makasih info nya penulis,semangat terus

    BalasHapus
  3. Semangat penulis๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Terimakasih untuk ilmu yang bermanfaatnyaa

    BalasHapus

Posting Komentar