Menyesuaikan Penggunaan TIK dengan Kebutuhan Warga Belajar

Penyesuaian Penggunaan TIK dengan Kebutuhan Warga Belajar (Pendidikan Non Formal)


Diususn oleh

Yolanda Agustina

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


Perkembangan teknologi memang akan selalu pesat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Keadaan demikian tidak bisa kita hindari sebagai seorang pendidik. Bukan berarti kita harus resisten merespon keadaan ini, melainkan kita harus kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi agar pembelajaran pun tidak lagi monoton dan konservatif. Optimalisasi Pemanfaatan ICT Untuk Pembelajaran Abad 21 menjadi sangat mendesak untuk dikembangkan. 

Dengan kehadiran teknologi dan komunikasi (ICT) memberikan tantangan dalam dunia pendidikan, peserta didik lebih tertarik mempelajari ICT dibandingkan materi pembelajaran lainya, peserta didik bahkan rela berjam-jam di depan komputer untuk mengakses internet dan mencari informasi yang tidak bisa didapatkan di sekolah. Fenomena seperti ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah yang besar bagi dunia pendidikan untuk bisa mengadopsi dan melakukan inovasi pembelajaran. Jangan sampai dunia pendidikan formal hanya dijadikan tempat untuk memperoleh ijazah semata tanpa memberikan kontribusi dalam membina generasi penerus perjuangan bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan.

Maka dari itu pada pendidikan non formal juga tidak mau kalah dan tertinggal dengan perkembangan zaman yang terus berubah dari waktu ke waktu. Nah disini kita bahas penggunaan TIK yang disesuaikan dan kebutuhan warga belajar, sebelumnya perlu kita ketahui beberapa kecakapan informasi, media dan teknologi pada warga belajar sebagai berikut:

 Kecakapan Informasi, Media dan Teknologi

1. Literasi Informasi

– Mengakses informasi secara efisien dan efektif, mengevaluasi informasi secara kritis, kompeten dan kreatif bagi persoalan atau masalah yang dihadapi

– Mengolah pemahaman dasar persoalan etis/hukum di seputar akses dan penggunaan informasi

2. Literasi Media

– Memahami bagaimana pesan media dibentuk, untuk tujuan apa dan menggunakan sarana, karakteristik serta konvensi yang mana

– Menguji bagaimana para inividu menafsirkan pesan secara berbeda, bagaimana nilai-nilai dan sudut pandang tercakup atau tak tercakup danbagaimana media dapat mempengaruhi keyakinan dan perilaku

– Mengolah pemahaman dasar persoalan etis/hukum yang mengitari aksesdan penggunaan informasi

3. Literasi ICT (Information, Communications and Technology)

– Menggunakan teknologi digital, sarana komunikasi dan/atau jaringan yang sesuai untuk mengakses, mengelola, memadukan, mengevaluasi dan menciptakan informasi  agar berfungsi dalam sebuah ekenomi pengetahuan

– Menggunakan teknologi sebagai sarana untuk penelitian, pengaturan, evaluasi serta pennyampaian informasi, dan memiliki pemahaman dasar persoalan etis/hukum di seputar akses dan penggunaan informasi


Dewasa ini kita memahami bagaimana penyesuaian penggunaan TIK dengan kebutuhan warga belajar

1. Program pelatihan

Program pelatihan merupakan kegiatan dalam pelatihan-pelatihan baik pelatihan desa ataupun pelatihan di kota serta swasta yang mendirikan program tersebut, penyesuaian penggunaan TIK disini upaya pelatih dalam menyiapkan media teknologi yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar, contoh dalam pelatihan prakerja dimana penggunaan TIK harus disesuaikan dengan program kegiatan yang diikuti warga belajar. Dengan mengikuti program kartu prakerja, nantinya warga belajar bisa mengikuti pelatihan berbasisi online yang disediakan di berbagai macam platform, salah satnya platform yang disediakan oleh kementrian ketenagakerjaan program. Melalui platform tersebut, Kemnaker menciptakan sejumlah pelatihan untuk peserta kartu prakerja dengan tujuan untuk membekali warga belajar dengan kemampuan dan keterampilan sebagai bentuk pembekalan dimasa sulit seperti saat ini.


2. Program pemberdayaan masyarakat

Program pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan pemerintah yang membuat serta memberi peluang kepada masyarakat untuk hidup mandiri dan berdiri sendiri setelah dibina, contohnya pada kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah yaitu kegiatan PKK disuatu daerah atau desa, nah media yang dapat dipergunakan adalah seperti media internet atau sosmed yang nantinya warga belajar akan lebih mudah memahami cara-cara memasak, alat dan bahan memasak dengan menggunakan fitur internet sepert youtube, instagram, tiktok dan aplikasi fitur lainnya yang bisa menjadi sumber belajar warga belajar


3. Program penyuluhan/ iklan masyarakat

Program penyuluhan merupakan kegiatan untuk mendidik individu atau kelompok ynag dapat memberikan pengetahun, informasi-informasi dan kemampuan agar dapat membentuk sikap dan perilaku yang seharusnya, contoh seorang penyuluh dalam memberikan pengetahuan kepada kelompok tani bagaimana cara bercocok tanam dengan baik dan benar agar hasil yang panen yang didapatkan menuai hasil yang berlimpah, dalam hal ini seorang penyuluh bisa menggunakan bantuan teknologi untuk memberikan penyuluhan kepada warga binaanya seperti membuat aplikasi yang didalamnya berisi pengetahuan dan informasi yang berguna bagi warga, disana juga terdapat ruang untuk bertanya bagi warga jika masih ada informasi yang diragukan dan juga marketing dalam penjualan hasil panen yang menguntungkan, maka penyesuaian penggunaan TIK pada program penyuluhan bisa terlaksana secara online dengan menggunakan teknologi yang ada pada warga yang tersambung dengan internet.


4. Program pendidikan kesetaraan

Program pendidikan kesetaraan merupakan kegiatan yang diselennggarakan untuk mewadahi masyarakat agar dapat menggantikan pendidikan yang tertinggal dengan berbagai latar belakang permasalahan, contoh pada program paket A, B, C, dimana masyarakat bisa menyesuaikan dengan tingkat pendidikan yang tertinggal sebelumnya, untuk itu penggunaan TIK yang digunakan perangkat teknologi seperti sekarang semuua orang sudah mengenal android bahkan sudah ditangan masyaakat yang tinggal dipelosok sekalipun dengan menggunakan jaringan internet warga dapat mengikuti program secara online jikapun tatap muka maka hal yang harus disediakan oleh lembaga adalah perangkat yang bisa memudahkan warga belajar untuk memahami kegiatan, misalnya computer, dengan computer tutor juga mudah menyambungkan dengan perangkatnya serta bisa langsung dinilai oleh perangkat mengenai hasil kegiatan warga belajarya yang cukup memudahkan tutor

Sumber

https://lpmpjogja.kemdikbud.go.id/pemanfaatan-tik-dalam-pembelajaran-abad-21/

Dok. Pribadi (Pemahaman/opini sendiri)


Komentar

  1. Kerenn, semangat penulisπŸ’ͺ🏻❤

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Terimakasih infonya penulis,sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar